Sabtu, 28 Agustus 2010

CERPEN

Menggapai Masa Depan
oleh : Achiel Usagi


Pagi itu… tampak sepi sekali…tak terdengar suara orangpun didalam rumah ini… yang terdengar hanyalah kicauan seekor burung yang ada didalam sangkar yang sedang bernyanyi menikmati mentari pagi di halaman rumahku. ku buka jendela kamarku, ku lihat disebrang jalan sana, ada wanita separuh baya lewat didepan rumahku membawa bakul dan tampah diatas kepalanya, ia berjalan menawarkan dagangannya sambil berteriak “kue… kue…!!,nasi uduk…!!”; “kuenya mas…?, murah ko…, Cuma 1000 rupaih 3”. Dengan suaranya yang lembut yang sudah dimakan usia ia menawarkan dagangannya dihadapan jendela kamarku.

Akupun menghentikan simbok dengan mengatakan “iya mbok!!!”, ku ambil celanaku yang menggantung dibelakang pintu sana dan langsung bergegas keluar dari kamar menuju simbok yang ada didepan teras halamanku. Sambil berjalan menghampirinya, saya pun berteriak “Iya mbok…!!! Tunggu sebentar….”, setelah didepan rumah saya pun langsung meminta kue pada simbok nya tiga dan nasi uduk satu!”; “nasi uduknya berapa mbok?” ujar arman kepada simbok. “Sama kok mas…1000 aja” ujar simbok pada arman. Dengan mata melarak lirik ke kanan dan ke kiri melihat isi rumahku simbok sambil berkata “ kemana bapak ibu, mas… tumben kok sudah sepi?”, Tanya simbok pada arman. “Iya mbok aku juga gak tahu, kemana ibu bapak ku pergi… soalnya gak biasanya…

Entah kemana kedua orang tuaku, rasanya kedua orang tuaku berangkat sejam yang lalu. jam pun menunjkan pukul 06.30 wib. Saya pun bergegas memberikan uang kepada simbok yang ku simpan disaku celanaku, simbok pun langsung pergi dan berkata “mari nak simbok keliling lagi” sambil meletakan dagangannya diatas kepalanya dan berteriak kembali menjajakan kuenya kepada para warga sekitar. Akupun langsung masuk rumah dengan membawa nasi uduk dan gorengan yang tadi ku beli dan meletakannnya di atas meja dapur. Aku pun bergegas mengambil handuk yang tergeletak di tempat jemuran yang ada di depan kamar mandi. Akupun bergegas masuk, namun selang beberapa menit tiba tiba ada suara yang memanggil manggil namaku, entah siapa disana, tampaknya suara laki laki yang memanggilku diluar sana. Akupun bergegas menyelesaikan mandiku dan keluar menghampirinya. Ternyata ia adalah sugi teman SMA ku, ia satu kelas dengan ku, akupun menyuruhnya masuk kerumah dan ia mengatakan “buruan kamu siap siap man!, ku tunggu di sini saja” dengan suara khasnya yang kental dengan logat jawanya itu. akupun bergegas siap siap untuk berangkat kesekolah.
Jam menunjukan pukul 06.45 ku pun mengajak sugi tuk ikut sarapan uduk yang baru dibelinya, sugipun mengatakan dengan suara yang khasnya itu “aku sudah sarapan man, silahkan jika kamu mau sarapan dulu, aku akan tunggu kamu ko tenang aja toh masih lama ini ko”.

Seusai sarapan Armanpun langsung mengeluarkan sepeda ontelnya yang ada di ruang dapur sana, yang biasa ia pakai setiap hari tuk berangkat sekolah berboncengan bersama sugi. Ditengah perjalanan aku melihat seorang gadis yang di bonceng motor lewat melintasi sepedaku ia namanya Ayu, sesuai dengan namanya ia merupakan gadis tercantik di desa ini, ia anak pak kades, selain cantik ia juga pintar dan satu lagi yang menjadi aku kagum padanya ia juga solehah dan tidak sombong. Gak hanya aku yang mengaguminya ternyata semua pemuda di desa ini mengagumi kecantikannya dan merupakan sebuah anugrah jika mendapatkannya. Ayu adalah teman sekelasku, disekolah ia juga merupakan primadona para siswa, aku pun tertarik padanya, namun aku malu mengatakan kepadanya, karena keadaanku yang tak memungkinkan dan serba kekurangan sedangkan ia anak pak kades dan orang terkaya di desa ini yang serba kecukupan. rasanya mimpi untuk mendapatkannya.
Jam pun menunjukan 06:55 aku dan sugi pun telah sampai disekolah, ku parkirkan speda yang ku kayuh di parkiran sana, ku dan sugi pun berjalan menghampiri kelas, setiba di kelas bel pun berbunyi aku dan sugi pun langsung menuju tempat duduk yang berdampingan dengan Ayu. Armanpun menyapa Ayu dengan mengatakan dengan gugup dan keringat dingin “ se… se.. lamat pa..gi yu” sambil duduk disampingnya. Ayupun tersenyum dan menjawab “selamat pagi juga man” “kenapa mukamu pucat dan keringatan man?” Tanya Ayu kepada Arman, aku pun menjawab “ ga papa ko yu… ku baik baik aja”. Guru pun masuk ke kelas dan menyapa muridnya dengan salam. Ia adalah pak anto seorang guru bahasa Indonesia yang baru lulus dan mengajar di kelas ini, pak anto juga merupakan guru termuda di sekolah ini, selain ganteng ia juga merupakan guru favorit para cewek di sekolah ini. setiap ia masuk kelas para cewek terpanah melihat ketampanan guru muda yang menjadi idola para cewek tersebut. Tak ada satupun cewek yang tidak suka sama dia.
Pelajaran pun dimulai, materi pelajaran kali ini adalah tentang puisi, para siswa memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru muda tersebut, setelah dijelaskan siswapun diminta untuk membuat tugas puisi. Bell pun telah berbunyi menunjukan waktu istirahat, Guru pun meninggalkan kelas tersebut dan siswa pun keluar untuk istirahat, namun arman tetap tinggal dikelas dan termenung. Sesampai di pintu kelas sugi pun menengok kebelakang dan melihat arman yang sedang termenung, sugi pun datang mengahmpiriku dan menepuk bahuku “ ada apa man ko kaya orang bingung gitu?” Tanya sugi ke arman, “ga ko gi ku baik baik aja”, sahut arman ke sugi. “ akupun mengajak arnan ke kantin, namun muka armanpun semakin bingung, dan aku pun tahu kenapa dia gak mau keluar, aku pun langsung menariknya keluar kelas.



Bersambung...!!




CO.CC:Free Domain