Pemuda Pemimpin dan Harapan Masa Depan
Rektor Unsyiah Prof DR. Darni M. Daud ketika membuka acara itu mengatakan, banyak pakar yang mengakui dan pemuda adalah pemimpin dan harapan masa depan.“Namun ungkapan ini masih sebatas retorika, sedangkan pada tataran kebijakan dan implementasi program pembangunan kepemudaan sering alpa,” katanya saat Kantor Menteri Negara Kepemudaan Republik Indonesia menggelar temu konsultasi publik untuk menjaring masukan dari masyarakat, dalam menyusun Undang-Undang Kepemudaan, khususnya kaum muda.
Kegiatan yang bertema “Urgensi dan Relevansi Rancangan Undang-Undang tentang Kepemudaan dalam Pengembangan Kepemudaan” digelar di Kampus Unsyiah, Kamis (12/6). Menurutnya, dalam membangun potensi pemuda harus menggunakan pendekatan asosiasi balik.
“Artinya kalau ada pemuda yang berkualitas, maka harus diperioritaskan untuk dikembangkan,” ujar mantan Pembantu Rektor Unsyiah itu.
Pada bagian lain Darni M. Daud mengaku amat menghargai kebijakan Menegpora yang melakukan konsultasi publik semacam ini. Karena melalui diskusi seperti ini akan diperoleh masukan dari masyarakat untuk kemudan dituangkan dalam undang-undang yang akan dibuat.
Menurut Darni, melalui diskusi ini akan menghasilkan sense of nationality di kalangan masyarakat, khususnya pemuda. Hasil diskusi ini tak hanya berguna secara kontektual bagi pemuda di daerah ini, tapi juga bagi kepentingan nasional.
Selain itu, katanya, secara umum persoalan-persoalan kepemudaan pada tataran nasional ada benang merah. “Tapi yang kontekstual atau yang bersifat lokal juga harus menjadi perhatian nasional,” ujarnya.
Selain Darni, acara itu juga menghadirkan Deputy Menegpora Bidang Pemberdayaan Pemuda Drs. Sakhyan Asmara, MSP, Guru Besar UI Bachtiar Aly. Sedangkan pesertanya terdiri atas sivitas akademika Unsyiah, pengurus organisasi kemahasiswaan Unsyiah dan IAIN Ar-Raniry, para pembantu Rektor III PTS se Banda Aceh, organisasi kepemudaan se Aceh, dan dari Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Aceh.[waspada]